Bangunan-bangunan yang di bangun di Taman Soekasada Ujung adalah merupakan simbol-simbol dari pemerintahan yang baik yang diambil dari ajaran nitisastra.

Taman ini di bangun oleh Raja Karangasem pada tahun 1919 dan selesai secara keseluruhan pada tahun 1926 Sebelum Indonesia merdeka. Taman Soekasada Ujung yang dikenal juga dengan nama Istana Air yang berlokasi di Banjar Dinas Ujung Desa Tumbu Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Provinsi Bali. Diberi nama Istana Air karena air sangat memegang peranan dalam hidup ini, seperti 80% dalam tubuh manusia terdiri dari air. Pada intinya kehidupan di dunia ini tidak bisa hidup dengan baik tanpa air, apalagi menurut ajaran Agama Hindu bahwa air dipakai untuk membuat air suci untuk membersihkan Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Maka itulah tempat Taman Ujung Soekasada banyak sumber mata air sehingga kolam yang ada disini adalah bersumber dari mata air tawar demikian juga dekat dengan air laut. Air laut mempunyai peranan yang sangat besar untuk menarik energi matahari yang mana nantinya energi itu akan di hembuskan keluar melalui angin ke arah daratan untuk membantu kehidupan di darat. Itulah sebabnya tamu-tamu Asing yang datang ke Bali sangat senang beristirahat di dekat Laut. Posisi Geografis letak Taman Soekasada Ujung berada dekat dengan laut. Perjalanan dari Denpasar ke Taman Soekasada Ujung memerlukan jarak tempuh waktu satu setengah jam dengan kendaraan bermotor. Taman Soekasada Ujung adalah merupakan salah satu Daya Tarik Wisata di Kabupaten Karangasem yang mempunyai keunikan dan sejarah yang sangat berarti bagi pemerintah Kabupaten Karangasem, untuk dipakai dasar dalam rangka promosi pariwisata serta mendapat ilmu tentang kepemimpinan yang baik.

 

Kabupaten Karangasem memiliki potensi-potensi pariwisata yang belum dioptimalkan untuk dipasarkan dalam dunia pariwisata seperti halnya gunung, sawah, sungai, laut, pasir putih, dan alam yang indah berserta arsitektur yang unik dan bersejarah yang merupakan kearifan lokal yang patut dijaga dan dilestarikan bagi Kabupaten Karangasem. Konsep Pembangunan Taman Soekasada Ujung adalah merupakan transformasi dan perpaduan dari tiga arsitektur yaitu Eropa, China, dan Bali. Karena seorang raja yang sangat menekuni ajaran-ajaran sastra dan agama yang bernama Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem sebagai pendiri Taman Soekasada Ujung beliau adalah seorang sastrawan, seniman dan juga seorang arsitektur. Pemikiran Raja untuk membangun Taman ini adalah merupakan pendidikan atau transformasi dari seorang pemimpin untuk mengimplementasikan pemerintahan yang baik. Jadi bangunan-bangunan yang di bangun di Taman Soekasada Ujung adalah merupakan simbol-simbol dari pemerintahan yang baik yang diambil dari ajaran nitisastra. Bangunan yang terdapat di Taman Soekasada Ujung adalah sebagai berikut:

  1. Balai kambang
  2. Kolam Air
  3. Balai kapal
  4. Balai lunjuk
  5. Balai bundar
  6. Balai bengong
  7. Balai gili
  8. Patung warak, Singa, Lembu
  9. Pura Manikan

 

Kalau diibaratkan Taman Soekasada Ujung seperti seorang raja yang tidur tertelentang menghadap kelangit maka Kepalanya terletak di Pura Manikan, lehernya garis lurus dengan Patung Warak, dadanya terletak di berawa di seberang Pura Manikan, dan perutnya terletak di Bale Gili, Bale Bundar, Balai Kambang, dan kakinya ada di Laut. Jadi Taman Soekasada Ujung  merupakan satu kesatuan yang utuh tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Demikianlah secara ringkas dapat kami jelaskan tentang Taman Soekasada Ujung.